Labels

19/04/2018

Insurance? As an Indonesian who works for an Indonesian private company, I have to join BPJS, the Indonesia's health insurance. Like it or not, I have to pay every month for that insurance. I treat that money as a donation to the government because the government is too poor to facilitate the health service. I always hope that I will never use that money, meaning that I will not use the facility of the hospital for the medication because I am always staying healthy. So, every time when an insurance telemarketer calls me, I will strongly but elegantly refuse.

However, sometimes it's rather difficult to end the call from those insurance telemarketers even if I already say no. They insist on knowing why I say no, why I am not interested though I am chosen, and why I ignore that opportunity to be their 'priority'. They say that they are excellent at managing my money. Don't they ever know that I am not rich? Or is it possible that they intend to make me much poorer than I am now? Yes, I won't be able to claim the money when I cannot pay that insurance anymore. I cannot claim the money. The money that I have paid them doesn't belong to me! It belongs to the insurance company! Yes, they are excellent at managing my money to become their money.

My response is simple. I tell them that my money belongs to me, so it is I who should manage the money; not anybody else. And if they still insist, I will answer like this: "I want to enjoy the here and the now. I don't want any burdens of long term, complicated planning."




18/04/2018

Mari berbicara dengan sederhana


Bahasa sangatlah penting dalam kehidupan kita sehari hari. Suatu hal akan lebih mudah kita ungkapkan dengan lisan  meskipun ada pula yang dapat kita mengerti dengan isyarat.  Dalam kehidupan kita saat ini, mungkin banyak di antara kita yang mengungkapkan sesuatu dengan bahasa asing ataupun bahasa gaul. Terlintas di benak kita bahwa gaya berbahasa tersebut akan meningkatkan status diri kita di depan lawan bicara. Tetapi sadarkah kita apakah yang ingin kita sampaikan dapat dipahami oleh lawan bicara kita? Itu yang harus digarisbawahi dan dicetak tebal dengan penulisan miring. Berikut adalah sebuah contoh kasus sederhana dan menggelitik tentang kasus penyampaian yang kurang pas dan jadinya amburadul.

Ada seorang guru SD di pelosok desa, dengan jenjang pendidikan tinggi yang bergelar S.Pd, S.H, S.Sos,  M.M, M.Hum dan seterusnya sampai susah mengejanya. Sang guru juga aktif dalam organisasi masyarakat dan kepartaian. Menurut kabar yang beredar, sang guru juga mau mencalonkan diri menjadi ketua RT di kabupatennya. Untuk lebih mudah memahami cerita, kita sebut saja sang guru dengan nama Pak Jhon.
 
Di suatu hari saat istirahat siang di sekolah tempatnya mengajar, pak Jhon merasakan suasana yang panas. Walaupun berada di dalam ruangan, pak Jhon tidak kuat menahan hawa panasnya karena 50% atap ruangan sudah hilang. Kerongkongan pak Jhon pun seperti terbakar. Akhirnya pak Jhon menyerah, dan memanggil Panjul muridnya kelas 3 yang ingusan, kerempeng, dan dekil. Pak Jhon minta tolong pada Panjul untuk membelikan ORANGE JUICE di toko yang tidak jauh dari sekolahnya. Dengan sigap si Panjul siap melaksanakan tugas karena dia adalah murid yang berbakti. Pak Jhon memberikan uang 50 ribu rupiah dan bilang ke Panjul, “Tulung tukokno minuman orange  juice. Tak ejrah yo, O-R-A-N-G-E  juice.” Setelah pak Jhon mengeja nama pesanan minumannya itu,  si Panjul pun menjawab, “Injih Pak.” Si Panjul lalu berlari secepat mungkin ke toko. 

Sesampainya di toko, si Panjul merasa agak bingung dengan permintaan pak Jhon. Setelah berpikir keras tentang nama minuman yang dieja oleh pak Jhon tadi, si Panjul memberanikan diri bertanya pada pemilik toko, “Buk, badhe tumbas ombenan sing mboten nyuntik.”  Si ibu pemilik toko merasa kebingungan dengan mulut menganga mendengar ucapan si Panjul tersebut. Lalu si ibu bertanya,  “Iku ombenan opo yo? Aku gak tau ngerti. opo iku ombenan anyar yo? Terus olehe kulakan nang ngendi? Jajal sesuk tak golekne.” 

Mendengar jawaban si ibu pemilik toko, si Panjul takut bukan kepalang dan lari tunggang langgang. Ketika mendekati sekolah, langkahnya lemas kecapekan dengan hati gundah gulana karena merasa gagal menunaikan tugas kehormatan sebagai murid berbakti. Pikiran si Panjul melayang membayangkan hukuman yang akan diterima karena mandat pak Jjhon tidak terpenuhi. Dengan hati was was si Panjul memberanikan diri untuk melaporkan kegagalan tugasnya. Baginya tugas adalah tugas dengan kejujuran yang harus diembannya. 

Di hadapan pak Jhon dia menghadap dan meminta maaf,  “Pak,  pangapunten, teng toko mboten wonten minuman sing mboten nyuntik.” Mendengar laporan si Panjul, pak Jhon melongo dan tepuk jidat sambil berkata, “Yo wes lah, tak tuku dewe, wes kono gek ndang mlebu kelas.”

Dari cerita di atas, jelas sudah bahwa bahasa berperan dalam menyampaikan maksud dan membuat paham lawan bicara kita. Yang kita utamakan adalah pemahaman tentang karakter orang yang kita ajak bicara; bukan mengutamakan pencitraan untuk memperlihatkan status sosial kita.
 






16/04/2018

Aurora and Sigrid

I've been enjoying Aurora's and Sigrid's music. Not many people know them. They are young Norwegians, very talented at music. Aurora's lyrics are mostly about life and mystery, never about puppy love, whereas Sigrid's are dominantly about teen friendship, not about love relationship. When they are in a live performance, they really enjoy that moment.They don't try hard to look perfect in front of the audience. They are just being themselves. Even when I look at their style in their official music video, they don't try to show off their physical beauty or sexy outfit. They are just being pure.

When I am in my normal feeling and then I listen to Aurora's songs, my soul feels blown somewhere else. I feel Aurora's emotion when she sings the songs. It feels deep, dark, mysterious, and enchanting. Sigrid's style is different. When I listen to her songs, I sense a very healthy energy from a happy teenager. When I see her music videos, I mostly smile at her facial expressions and body movements. She is so energetic.

If you are curious about them, just check one of their music videos or live performances from Youtube. If you like it, I am sure you will like their other videos. But if you don't like it, please don't mock or underestimate their performance. It just means that you and I don't have the same taste in music.