Labels

31/01/2021

You Have Your Own Reasons

It's never failed to amaze me every time I know people whose interest is totally different from mine. The way they talk about their interest or do it often makes me excited or disgusted; depending on the kinds of interest. 

When talking about entertainment, Korean drama and Korean music lovers are always super enthusiastic. When talking about sport, football lovers talk about their favorite team as enthusiastically as Korean lovers do. 

Like it or not, sooner or later what our friends consume can also become our consumption. With their stories about their consumption of Korean dramas or football matches, we probably get intrigued to also check them out. 

If, later on, after some curiosities while checking out some of the stuff, we finally come to a point where we like or dislike that stuff. We like it because our friends like it and surprisingly that is actually our interest too. We just haven't realized it before. 

If, in fact, we dislike that stuff, it won't make us dislike our friends. It is as simple as that. Friends or married couple don't have to like similar things. Yes, it's true if they like the same things, the bond can become much stronger. But being different is what makes our communication get better. 

So, when you do a thing, whether you like it because it's your interest or you are forced to do it, you have the reason for that. And I also have my own reason to not do what most people do nowadays. I don't watch soap operas. I don't watch Korean dramas and listen to Korean songs, I don't use social media, I don't listen to mainstream music, my husband and I don't celebrate birthdays and our wedding anniversary is just another ordinary day.

If you think I am weird because I choose to do (and not do) those mentioned above, I will think the same way about you the way you do. I will think that you are weird. However, there doesn't have to be any worries because I don't need to think about how you and others think of me. It's none of my business, and my life is none of your business.

Let's just enjoy our own life.

01/01/2021

The Green Green Grass

Walking barefoot on the ground
Full of green green grass
My feet are drowned
Into the green green grass

What a morning to begin
With feeling of no fear
No germs will ever come in
Though covid is near

Breathing free
Smelling the grass and the dew drops
With no mask on
No one is around
Feeling the tickling grass
Walking and dancing 
Cause no one else is around
On the green green grass.





30/12/2020

Inspirasi dari Telur yang Menetas

Suatu hari saat saya menonton salah satu video Youtube tentang anak ayam, saya membaca salah satu komentar yang menggelitik. Bunyinya kurang lebih seperti ini: "If an egg is broken by an outside force, life ends. But if it's broken by an inner force, life begins."

Sebuah telur akan berakhir kehidupannya jika dipecahkan dari luar. Namun jika dipecahkan oleh kekuatan dari dalam telur itu sendiri, kehidupan akan dimulai. Dengan kata lain, anak ayam akan bisa hidup jika dia menggunakan kekuatannya untuk memecahkan cangkangnya ketika dia masih berada di dalam cangkang telur itu dan dierami induknya. Sangat masuk akal.

Namun, apa yang terjadi pada beberapa anak ayam yang saya punya sedikit berbeda. Saat tiba waktunya sang induk ayam menyambut beberapa anaknya yang mulai keluar dari cangkangnya, saat itu pula saya perhatikan hari demi hari beberapa telur yang lain tidak segera menunjukkan keretakan tanda ada kehidupan di dalam cangkang tersebut.

Sang induk pun terlihat tidak sabar untuk segera turun dari tempat pengeramannya karena si anak-anak ayam yang sudah menetas mulai merasa butuh bergerak bebas.

Saya langsung membuat keputusan untuk mengambil lima telur yang belum menetas. Suami saya segera menyiapkan bola lampu untuk menghangatkan telur-telur itu. Kemudian saya letakkan telur-telur itu di kardus dengan diberi kain-kain dari baju bekas untuk menambah kehangatan.

Saat itu saya yakin masih ada kehidupan di dalam telur itu yang belum siap untuk keluar. Saya simpulkan seperti itu karena berat telur-telur itu yang masih normal. Jika sudah sangat ringan, biasanya memang tidak ada anak ayam di dalamnya; isinya hanya cairan.

Dan ternyata setelah dua hari dihangatkan oleh lampu dan kain, satu telur mulai terlihat retak dan terdengar suara anak ayam dari dalam cangkangnya. Kemudian disusul dengan dua telur yang lain.

Yang membuat saya heran, retakan-retakan itu seperti tidak berlanjut lagi. Seperti seakan-akan anak ayam di dalamnya sudah kehabisan tenaga untuk memecahkan cangkangnya. Dengan harap-harap cemas, saya coba untuk mengupasnya secara pelan-pelan. Saya kupas sampai tidak ada cangkang tersisa dari tubuhnya. Termasuk juga saya bukakan kulit arinya yang masih ada darahnya. Tinggal tersisa anak ayam yang masih meringkuk dan basah.

Tiga hari berturut-turut saya lakukan hal itu. Saya tidak mau melakukan hal yang sama di hari yang sama untuk ketiga telur yang sudah retak tadi karena selain tidak tega, saya kuatir jika ternyata setelah saya kupas, anak ayamnya malah tidak bisa bertahan hidup karena pecahnya cangkang bukan dari tenaga dia sendiri, melainkan dari (paksaan) saya.

Ternyata tiga anak ayam tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda ayam yang sehat. Mereka sudah bisa makan dan minum. Masih ada dua telur lagi. Salah satu sudah menunjukkan ciri telur yang rusak (kopyor). Masih ada harapan dari satu telur terakhir.

Telur yang terakhir itulah yang benar-benar saya paksa mengupasnya. Dari satu retakan kecil di area paruh kecilnya, saya bulatkan tekad untuk mengupasnya walaupun sempat ada banyak tetesan darah dari cangkang dan kulit arinya.

Anak ayam yang terakhir saya kupas itu butuh waktu tiga hari sampai benar-benar bisa berdiri, makan, dan minum. Selama tiga hari itu, saya terus melihat perkembangannya. Saya pikir, jika ternyata sang anak ayam terakhir itu tidak bisa bertahan hidup, paling tidak dia sudah bisa merasakan keluar dari cangkangnya. 

Sampai detik ini, keempat anak ayam itu masih bisa bertahan. Tanpa induk ayam. Mereka sudah berumur sekitar dua bulan. Sementara ini, sayalah induknya 😅. Foto berikut ini saya ambil saat mereka masih berumur sekitar tiga mingguan.

Kesimpulan saya berdasarkan apa yang saya saksikan dan alami sendiri tentang petikan komentar di YouTube tersebut di atas tidak seratus persen benar. Sudah tentu pernyataan tersebut murni benar seratus persen bagi orang yang pertama kali mengungkapkan pendapat itu karena bisa jadi itu bersumber dari pengalaman dia. (Setelah saya sempatkan mencari-cari dari internet, ternyata sumber aslinya adalah dari Jim Kwik, seorang YouTuber sekaligus motivator.)

"If an egg is ready to hatch, either the shell is broken from the inside or outside, it is ready to begin its life." Kalimat itu yang sepertinya lebih pas berdasarkan apa yang telah terjadi pada beberapa anak ayam saya.

Karena ada orang yang merasa bisa hidup dan terlahir sebagai manusia berkat bantuan dan motivasi dari orang-orang di sekitarnya. Dan ada juga orang yang mempunyai kekuatan dari dalam dirinya sendiri untuk memotivasi dan menempa diri agar bisa menjadi manusia yang hidup. Hidup dengan penuh makna.

Selamat menanti datangnya 2021. Semoga selalu bisa terinspirasi dari hal sekecil apapun, sehingga bisa memberi makna dalam kehidupan.