Saya sebenarnya berpikir kenapa begitu banyak pembicara yang memberi motivasi tentang hidup, baik itu tentang karir, rumah tangga, studi, dan lain-lain. Apa nomor satu yang ada di benak para pembicara tersebut? Berniat untuk membantu mengarahkan hidup orang lain, ataukah berniat mencari penghidupan (=penghasilan)? Kedua niat tersebut sama-sama baik; sama-sama membantu orang lain. Yang pertama membantu pendengar, yang kedua membantu pasangan hidup dan anak-anak agar dapur tetap mengepul dan agar anak-anak mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak.
Saya pernah mengenal permainan yang disebut 'simon says'. Di permainan tersebut, instruktur memberi perintah dan dia juga melakukan perintah tersebut. Contoh perintahnya adalah 'pegang pundakmu', 'pegang dagumu', 'pegang pipimu'. Instruktur pun melakukan hal yang sama. Ada saatnya ketika perintah adalah 'pegang telingamu', instruktur malah memegang pipinya. Maka terjadilah kecenderungan bahwa banyak peserta permainan juga memegang pipi, bukannya memegang telinga. Apa yang sebenarnya terjadi? Contoh nyata lah yang akan ditiru; bukan perintah yang terucap.
Seorang pembicara pernah mengungkapkan pendapat yaitu: 'jika ingin seseorang melakukan sesuatu, lakukan action dulu, jangan memberi perintah. Niscaya orang tersebut akan melakukan apa yang sudah anda lakukan'. Sebagai contoh, anda ingin adik anda memasukkan sisa uang jajannya ke celengannya sendiri. Kalau anda hanya menasihati adik anda tentang pentingnya menabung dan berhemat, dan menyuruh dia agar memasukkan sisa uang jajannya ke celengannya, sementara anda sendiri berfoya-foya tanpa berusaha mengisi celengan anda sendiri, nasib adik anda akan sama dengan anda. Energi berbicara anda akan sangat terkuras habis tanpa hasil.
Nah, apakah dengan begitu banyaknya peserta seminar motivasi yang datang akan tercipta manusia-manusia yang berubah kebiasaannya yang banyak pula? Hanya Tuhan yang tahu karena berubahnya kebiasaan seseorang urusannya dengan otak dan nurani, dan roh. Itu urusannya Tuhan. Yang jelas, contoh nyata yang baik akan menghasilkan yang baik juga.
(Nah lagi, kalau ingin jadi pembicara yang sukses, datangi seminar-seminar dan dengarkan orang berbicara. Mau download youtube juga bisa. TEDTALK saya rekomendasikan.)
Showing posts sorted by relevance for query seminar. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query seminar. Sort by date Show all posts
27/01/2014
06/06/2020
Mengapa Webinar Gratis itu Menarik
Gambar ini adalah iklan acara webinar yang pasti menarik. Menarik karena pembicaranya anak-anak muda yang sukses merintis karirnya.
Zoom sedang tren dan digemari, mengalahkan pamor Whatsapp video call dan Google Meet.
Saya pun juga mendapatkan "berkah" atas ketenaran Zoom. Sudah lebih dari 6 kali ada kewajiban mengikuti Zoom Webinar yang gratis yang rata-rata berdurasi 3 jam. Lumayan untuk menambah pengetahuan dan kesabaran.
Kata "gratis" pastilah menarik untuk acara webinar seperti di atas walaupun sebenarnya tidak benar-benar gratis (ada pengeluaran untuk biaya kuota internet dan daya listrik untuk baterai smartphone).
Namun, jika dibandingkan ketika peserta harus datang ke tempat seminar dengan berpenampilan super rapi, webinar membuat peserta leluasa duduk santai di rumah sambil menatap layar smartphone ditemani secangkir kopi, atau sambil menyelesaikan pekerjaan di rumah dengan tetap mendengarkan apa yang disampaikan pembicara.
Selain itu, peserta bisa leluasa menyerap apa yang disampaikan pembicara dan mempelajari bagaimana pembicara itu menyampaikan materinya. Bagi peserta yang punya tipikal tidak gampang dipengaruhi oleh motivasi dari luar, paling tidak ada kesempatan buat peserta untuk belajar bagaimana menyampaikan ide kepada orang banyak. Silakan klik link ini jika ingin mengetahui pendapat saya tentang motivator: https://retnothetruthoflife.blogspot.com/search?q=seminar
Bagi yang sudah biasa mengikuti webinar, pasti tahu apa yang harus dipersiapkan. Bagi yang baru mau pertama kali ikut, pastikan smartphone dalam kondisi sehat (baterai penuh, memori memadai, dan kuota internet dicadangkan 600-900mb untuk webinar itu).
Pastikan juga kondisi tubuh sudah segar seperti layaknya mau menjadi peserta seminar di dunia nyata (sudah mandi, sarapan, memakai pakaian yang pantas agar memunculkan aura positif dari diri sendiri walaupun peserta webinar tidak akan terlihat oleh pembicara ataupun peserta yang lain).
Jadi, webinar pasti menarik dengan catatan bahwa peserta mengikhlaskan waktu dan kuota internetnya untuk mengakses webinar tersebut. Pasrahkan pada paket data internet dan sinyal smartphone saja. Selamat menikmati dan menimba ilmu dari webinar.
